Menjelaskan Hasil Wawancara

Ilustrasi : wawancara

A.    Pengertian wawancara
Wawancara pada dasarnya suatu dialog yang memungkinkan suatu pihak (pewawancara) membimbing arah percakapan melalui serangkaian pertanyaan. Dengan demikian, percakapan itu lebih terstruktur dan mungkin melibatkan lebih dari dua orangWawancara umumnya bertujuan memberi fakta, alasan, opini untuk sebuah topik tertentu dengan menggunakan kata-kata narasumber sehingga pembaca/pendengar dapat membuat kesimpulan dari apa yang dikatakan narasumber. Untuk mengetahui sebuah informasi atau pendapat dari seseorang, kadang-kadang diperlukan kegiatan berwawancara. Kamu tentu pernah mendengar seseorang (narasumber) diwawancarai oleh seorang wartawan atau reporter untuk dimintai pendapatnya, bukan?
Setelah kamu menyimak wawancara dari seorang narasumber, hendaknya kamu dapat menjelaskan hasil atau melaporkan isi dari wawancara tersebut. Berikut cara menyampaikan hasil wawancara: 1) Konsentrasilah saat kegiatan wawancara berlangsung, 2) Dengarkan pembicaraan dengan sepenuhnya, 3) Catat garis besar isinya dan olah dengan baik agar diketahui garis besar isinya, 4) Tulis garis besar isi menjadi pokok-pokok informasi wawancara, 5) Susunlah menjadi kalimat yang efektif, komunikatif, dan jelas, 6) Ungkapkan secara lisan dengan bahasa yang santun informasi yang telah kamu dapatkan.
B.     Jenis-jenis wawancara yaitu:
1.      Wawancara informal yaitu Wawancara yang bersifat spontan, alamiah, pertanyaan bergantung pada si pewawancara sendiri terhadap informasi yang diperlukan.
2.      Wawancara dengan petunjuk yaitu Pewawancara terlebih dahulu membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan. Pokok-pokok tersebut ditulis sebelum dilakukan wawancara. Pokok yang telah disusun tidak harus dipertanyakan secara berurutan.
3.      Wawancara baku terbuka yaitu Wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan,kata-katanya, cara penyajiannya sama untuk semua informan/narasumber. Wawancara ini bermanfaat apabila jumlah narasumber/informan lebih dari tiga/banyak jumlahnya.
C.    Langkah-langkah wawancara, sebagai berikut:
1.      Menetapkan tujuan wawancara
2.      Menyiapkan daftar pertanyaan
3.      Melakukan wawancara
4.      Melaporkan hasil wawancara
D.    Tahap-tahap wawancara
1). Tahap Persiapan
a.Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
b. Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.
c. Menentukan dan menghubungi nara sumber.
d. Menyusun daftar pertanyaan.
2). Tahap Pelaksanaan
a. Mengucap salam
b. Memperkenalkan diri.
c.Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
d. Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
e. Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
f. Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.
3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri dari bagian bagian sebagai berikut.
a. Tema atau topik wawancara.
b. Tujuan atau maksud dari wawancara.
c. Identitas narasumber.
d. Ringkasan isi wawancara. Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.
Contoh teks wawancara
Sasa        :  Selamat pagi teman-teman, tampaknya dialog kita kali ini akan berlangsung seru! Sesuai kesepakatan kita kemarin, topik dialog kita kali ini adalah “Bagaimana Memperoleh Buku Bacaan yang Dibutuhkan ?” Dengan dialog ini kita ingin memperoleh gambaran tentang cara-cara memperoleh bahan bacaan untuk kepentingan pengetahuan maupun hiburan. Saya lihat Nova kemarin secara khusus mewawancarai Pak Katamso (Kepala Perpustakaan). Informasi apa yang kamu peroleh dari Pak Katamso, Nov ?
Nova         :  Begini teman-teman, setiap keluarga yang berpenghasilan cukup sebaiknya menggunakan sebagian penghasilannya untuk membeli buku.
Dian          :  Buku-buku apa saja menurutmu yang sebaiknya dibeli oleh keluarga Indonesia?
Puput        :  Saya pikir setiap keluarga mempunyai kecenderungan sendiri dalam memelih buku, bahkan antar anggota keluarga saja sering berlainan selera dalam memilih jenis bacaannya. Di rumahku, Eno, adikku, paling suka membaca seri petualangan. Sedangkan aku lebih suka membaca biografi orang-orang besar dunia. Hebat lho  mereka, pemikiran dan sikap mereka sering mengubah dunia!
Nova        :  Ya, dan untuk memilih buku kan juga harus disesuaikan dengan kemampuan kantong masing-masing.
Lastri         :  Ya, kadang aku berpikir, setiap buku yang ingin kit abaca tidak selalu kita beli. Jika memang tersedia di perpustakaan sekolah atau tempat penyewaan kita tak perlu membelinya. Kita cukup meminjam atau menyewa. Lebih irit, kan ?
Puput        :  kalau kita memang punya uang yang cukup, membeli buku-buku sains, sastra musik, atau buku apa pun yang bermanfaat, oke saja!
Nova         :  Cara yang kita pilih kita sesuaikan dengan kesempatan dan kemampuan yang ada.
Sasa        :  baiklah. Dari gagasan-gagasan yang telah disampaikan tadi dapat disimpulkan bahwa buku sangat bermanfaat pengembangan wawasan. Konsekuensinya, kita harus rajin membaca, kan ? Buku-buku itu dapat kita beli jika kita punya uang yang cukup, atau kita pinjam dari perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjelaskan Hasil Wawancara "

Posting Komentar